Kericuhan Warnai Laga Persis Solo Vs PSS Sleman

, Solo – Pertandingan Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo antara Persis Solo melawan PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Rabu, 4 September 2013 sore diwarnai kericuhan penonton. Akibatnya pemain PSS Sleman menolak bermain di babak kedua dan dinyatakan kalah WO (walk-over) atau kalah 3-0. Sejak awal pertandingan, suasana sudah tegang. Pendukung Persis Solo, Pasoepati yang memenuhi tribun selatan, tribun utara, dan tribun barat terus meneror pemain PSS Sleman. Sepanjang babak pertama, berulang kali ada lemparan botol air mineral dan petasan ke tengah lapangan. Pasoepati juga mengancam akan membakar bus PSS Sleman. Juga terjadi keributan di tribun selatan dan utara. Ada penonton yang dipukuli penonton lainnya karena diduga pendukung PSS Sleman. Polisi lantas mengevakuasi penonton ke ruang ganti. Panitia menyatakan ada 7 penonton yang menjadi korban pemukulan pendukung Persis Solo. Pertandingan babak pertama yang dimulai pukul 15.30 sempat terhenti selama 15 menit karena penonton terus-menerus melempar petasan ke tengah lapangan. Bahkan salah seorang pemain PSS Sleman harus diperban kepalanya karena terkena lemparan. Di tengah lapangan, suasana tak kalah panasnya. Permainan keras yang diperagakan pemain kedua tim membuat wasit Muhlisin kerap meniup peluit tanda pelanggaran. Saat pertandingan babak pertama berakhir, pemain PSS Sleman tidak langsung masuk ke ruang ganti. Mereka tertahan di tengah lapangan. Selang 10 menit kemudian, dengan kawalan ketat aparat kepolisian, mereka dievakuasi ke ruang ganti. Saat menuju ruang ganti, Pasoepati tak henti melempar botol air mineral ke arah pemain PSS Sleman. Babak kedua seharusnya dimulai pukul 16.40. Pemain Persis Solo sudah bersiap di tengah lapangan, begitu juga wasit dan asisten wasit. Tapi ditunggu hingga 40 menit, pemain PSS Sleman tidak muncul di lapangan. Akhirnya pertandingan babak kedua tetap dimulai pukul 17.20 dan wasit langsung menyatakan Persis Solo menang 3-0 atas PSS Sleman. Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persis Solo Roy Saputra mengatakan pemain PSS Sleman tidak mau melanjutkan pertandingan karena khawatir akan keselamatannya. “Mereka beralasan punya keluarga. Mereka takut terjadi apa-apa,” ujarnya kepada wartawan. Pelatih Persis Solo Widiantoro mengatakan sebenarnya pemainnya bermain cukup bagus. “Ada beberapa peluang tercipta, termasuk ketika ada pelanggaran di kotak penalti lawan. Tapi wasit tidak memberi penalti. Alasannya pandangannya terhalang,” katanya. Sedangkan dokter tim PSS Sleman Aria Pradana mengatakan pemainnya tidak mau melakoni babak kedua karena situasi mencekam. “Kami ketakutan,” ujarnya. UKKY PRIMARTANTYO Berita terpopuler: 10 Transfer Murah Berkualitas di Inggris Khedira: Madrid Gagalkan Transfer Saya ke MU Ramos dan Arbeloa Kecewa Madrid Jual Ozil C oret Niang dari Liga Champions, Milan Minta Maaf Bierhoff: Ozil Akan Sukses di Arsenal

Sumber: Tempo.co