Persema Malang Kecewa Batal Dipulihkan

Manajemen Persema pun merasa sangat kecewa dengan pembatalan tersebut.
Kami tentu saja kecewa karena penyatuan yang diusung sebelumnya berbeda dengan yang terjadi, sehingga saya pikir mencederai semangat persatuan, ucap Sekretaris Tim Persema Malang, Dito Arif, beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, Exco (Komite Eksekutif) PSSI yang sudah menjanjikan pengampunan kepada kami ternyata tidak bisa memperjuangkan apa yang kami inginkan di hadapan pemilik suara, lanjutnya.
Kami menunggu seperti apa rencana dari ketua PSSI yang menyatakan masalah klub terhukum menjadi prioritas. Yang jelas kami harus lebih sabar untuk berkompetisi lagi, tambah Dito Arif.
Selain Persema Malang, Persebaya Surabaya (Persebaya 1927) juga menjadi salah satu klub yang pemulihannya dibatalkan. Hal ini memantik reaksi dari pendukung setia tim Bajul Ijo, Bonek.
Selain kecewa dengan PSSI, Bonek juga kesal terhadap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang dianggap mengingkari janji untuk mengawal agenda pengakuan kembali Persebaya Surabaya.
Kami berusaha untuk meyakinkan diri dan percaya dengan janji-janji mereka. Karena Kemenpora adalah representasi pemerintah, PSSI merupakan representasi sepakbola nasional, kata juru bicara Bonek, Andi Peci.
Tapi, jika dua pihak yang diwakili oleh pemerintah dan PSSI mengingkari janji yang mereka buat sendiri, mau dikemanakan sepakbola Indonesia? Jargon revolusi mental atau tata kelola sepakbola yang baik, tentu tidak akan bisa diwujudkan ketika mereka mengingkari fairplay, tukasnya.

paulmercerellington.com poker online uang asli Sumber: Sidomi