Menristekdikti: Beasiswa untuk Putus Rantai Kemiskinan

Gorontalo- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, bantuan dana pendidikan (beasiswa) sebagai komitmen negara meningkatkan jumlah penduduk menempuh pendidikan tinggi. Beasiswa juga ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan yang saat ini berkisar 11,5 persen dari total penduduk Indonesia. “Kita berharap akses pendidikan tinggi akan semakin terbuka dan dapat dinikmati masyarakat di Indonesia. Beasiswa yang diberikan Kemrisrekdikti semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ini ditujukan kepada anak yang memiliki prestasi tetapi memiliki keterbatasan dari sisi ekonomi,” kata Nasir dalam sambutannya pada Acara Temu Mahasiswa Bidikmisi dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) Papua dan 3T di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), di Gorontalo, Kamis (10/11). Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini menyebutkan, Kemristekdikti akan meningkatkan bantuan Bidikmisi dari 60.000 menjadi 75.000 kepada mahasiswa baru, sehingga keseluruhan penerima bantuan dana pendidikan dari 2010 hingga 2016 ini mencapai 307.833 mahasiswa sekitar Rp 3,2 trilliun. Sedangkan untuk Adik kata dia, kuota yang sediakan sebanyak 1.000 orang, sementara daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) sebanyak 500 kuota. Nasir mengharapkan, para penerima bantuan dana pendidikan Bidikmisi dan Adik serta Daerah 3T dapat meningkatkan kualitasnya dan memberikan kontribusi terhadap daya saing bangsa. Nasir menyebutkan, Indonesia masih memiliki tantangan besar yang memerlukan partisipasi komponen bangsa. Masalah yang dihadapi antara lain korupsi, penyalahgunaan narkoba, radikalisme, terorisme, serta menurunnya rasa cinta tanah air. “Saya berpesan, hendaknya tertanam dalam diri Saudara bahwa selain hasil belajar, Saudara harus menempa diri untuk menjadi manusia yang tidak hanya pandai secara kognitif, tetapi juga memiliki komitmen moral dan rasa cinta tanah air yang kuat,” tegas Nasir. Maria Fatima Bona/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu