Nekat Bela Timnas, Pemain LSI Dipuji

, Jakarta – Ketua Komite Bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Todung Mulya Lubis, memuji sikap para pemain Liga Super Indonesia yang bersedia memperkuat tim nasional meski mendapat ancaman sanksi dari klubnya. “Saya mengapresiasi para pemain LSI (Liga Super Indonesia) dan LPI (Liga Prima Indonesia). Mereka telah menunjukkan sikap dewasa dengan bermain untuk tim nasional. Karena tim nasional harus dibela tanpa harus menunggu kemelut ini selesai,” katanya ketika dihubungi Tempo , Ahad, 5 Agustus 2012. Sejumlah pemain liga super yang memenuhi panggilan untuk memperkuat tim nasional antara lain Bambang Pamungkas dari Persija Jakarta, Firman Utina, Muhammad Ridwan, dan Ponaryo Astaman dari Sriwiyaja FC, Octavianus Maniani dari Persiram, dan Zukifli Syukur dari Persib Bandung. Mereka dipanggil untuk melawan tim La Liga Spanyol, Valencia FC, yang berkunjung ke Jakarta pekan ini. Selain itu mereka juga akan mengikuti pemusatan latihan untuk persiapan Piala AFF November mendatang. Todung menilai konflik yang saat ini terjadi di antara para pengurus sepak bola seharusnya tak menghalangi pemain untuk memperkuat tim nasional. “Mereka (para pemain) sudah melihat dengan lebih jernih bahwa pertikaian di elit PSSI tidak harus mempengaruhi partisipasi mereka di timnas,” katanya. Sikap para pemain ini, Todung melanjutkan, harus diikuti manajemen klub dan para pengurus. Karena, kata dia, rekonsiliasi mustahil terjadi jika para pihak yang berseteru tak ada niat bersatu. “Harus diikuti klub dan elitnya,” katanya. Saat ini, Todung melanjutkan, Komite Bersama yang dibentuk Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) tengah mencari titik temu di antara dua kubu yang saling berseteru. Namun, tim nasional harus tetap jalan selama rekonsiliasi berlangsung. “Biarkan proses (rekonsiliasi) jalan dan timnas harus jalan juga,” katanya. Kapten tim nasional, Bambang Pamungkas, sebelumnya meminta para pengurus PSSI segera mengakhiri konflik. Persatuan para pemain LPI dan LSI seharusnya menular juga ke pengurus. “Mari kesampingkan semua persoalan. Kita punya Komite Bersama yang sedang bekerja. Mari kita hargai. Ini adalah wujud bersatunya pemain. Kami harap diikuti bersatunya federasi melalui Komite Bersama,” katanya. Langkah para pemain liga super memperkuat tim nasional, kata Bambang, bukan tanpa resiko. Beberapa pemain bahkan terancam mendapat sanksi dari klubnya. Tapi, kata Bambang, “Kami datang ke timnas untuk Indonesia, bukan karena ini PSSI Djohar Arifin atau PSSI La Nyalla.” Para pemain yang terancam mendapat sanksi dari klub karena memperkuat tim nasional antara lain Ponaryo Astaman, Muhamad Ridwan, dan Firman Utina dari Sriwijaya FC. “Saya akan ada pro-kontra. Tapi kedatangan kami untuk tunjukkan niat baik, bahwa pemain tidak memihak ke kubu manapun,” kata Ponaryo. DWI RIYANTO AGUSTIAR

Sumber: Tempo.co