Persib andalkan kekuatan dari Sayap

Sindonews.com – Di sisi kiri Persib Bandung percaya pada kemampuan Atep dan Tony Sucipto. Sementara di sektor kanan, kolaborasi M. Ridwan dan Supardi Nasir cukup nyetel. Sektor sayap musim ini akan jadi salah satu kekuatan utama Persib Bandung. Dibandingkan musim lalu, kali ini sektor sayap Maung Bandung memang menjanjikan keseimbangan. Hal itu dibuktikan sejumlah laga uji coba yang sudah dijalani, termasuk ketika Persib menjalani turnamen pra musim, Celebes Cup 2012. Kerjasama Tony dan Atep di sisi kiri sama baiknya dengan kinerja duet sayap kanan, M. Ridwan dan Supardi. Memiliki pemain sayap dengan kemampuan cukup baik merupakan harapan pelatih Djadjang Nurdjaman. Sebagai mantan pemain sayap, Djadjang tentu paham pentingnya upaya serangan dari sektor sayap. Djadjang mengungkapkan kekuatan sektor sayap Persib, mengingatkan dirinya pada masa kejayaan Persib di era 1980’an dan 1990’an. Saat itu, Persib bisa dikatakan jadi salah satu tim yang memiliki para pemain sayap kelas satu. Di era 1980’an, performa Djadjang cukup menonjol di sisi kanan. Lalu musim 1990’an, muncul nama Nandang Kurnaedi, bek sayap kiri yang kerap menyumbang gol. “Mereka mengingatkan saya pada masa lalu Persib. Mudah-mudahan bisa sesuai harapan dan para pemain tak banyak menghadapi masalah,” cetus Djadjang. Kehadiran Supardi dan Ridwan untuk melengkapi kekuatan di sektor sayap Persib dinilai Djadjang terbukti sudah cukup berdampak positif terhadap permainan Persib. Jika musim lalu Persib lebih banyak bertumpu pada permainan di sayap kiri dengan mengandalkan kemampuan skill dan teknik Atep yang kian matang dan dewas. Musim ini, variasi serangan dari sayap bisa dimaksimalkan dari kedua sayap. “Kehadiran mereka (Supardi-Ridwan) membuat sektor sayap kanan jadi lebih hidup. Makanya ketika saya memutuskan untuk merekrut Supardi, maka harus merekrut M. Ridwan juga karena di tim sebelumnya pun mereka sangat kompak,” terang Djadjang. Supardi dan M. Ridwan sebelumnya sama-sama memperkuat Sriwijaya FC pada kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim lalu dan sekaligus membawa tim asal Sumatera Selatan tersebut sebagai jawara ISL. Keduanya sudah bermain bersama-sama sejak ISL musim 2008/2009 di Pelita Jaya. Buat Supardi, Persib baru bisa menjadi sebuah kekuatan yang layak diperhitungkan, jika memiliki kekuatan yang seimbang di semua lini. “Musim ini Persib memiliki kekuatan yang sama baiknya di sayap. Tapi buat saya sebuah tim yang baik itu adalah yang memiliki keseimbangan di semua lini,” tegas Supard ( wbs ) dibaca 959x

Sumber: Sindonews