Petinju Putri Indonesia Gagal ke Olimpiade

, Jakarta – Indonesia gagal meloloskan dua petinju putrinya, Warni Halawa dan Magdalena Konbayong, ke Olimpiade London setelah kalah di babak pertama kejuaraan kualifikasi Olimpiade, AIBA Women World Boxing Championships, di Cina, 9-14 Mei. Warni Halawa di kelas terbang 51 kilogram dan Magdalena Konbayong di kelas ringan 60 kilogram. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) Junusul Hairy menyatakan kurangnya persiapan dari kedua petinju sebagai penyebab utama kegagalan Indonesia. “Kita mengikuti kejuaraan dunia ini seperti main-main. Menjelang berangkat, masih banyak masalah dan kurang persiapan,” kata Junusul di kantor PB Pertina, Jakarta, kemarin. Pada kejuaraan dunia tersebut, Warni Halawa kalah dari petinju Tunisia, Rahali Maroua, 24:9 dalam tiga ronde. Di sisi lain, Magdalena kalah dari petinju Bulgaria, Eliseeva Densita, 22:5 juga dalam tiga ronde. Kedua petinju tersebut hanya melakukan persiapan selama kurang dari satu bulan. Menurut Junusul, untuk mengikuti kejuaraan dunia, persiapan idealnya enam bulan. Bahkan, beberapa hari sebelum keberangkatan, salah seorang petinju masih bermasalah dengan paspor. Kurangnya persiapan ini juga dipicu beberapa faktor, di antaranya sikap pengurus provinsi yang tidak kooperatif dengan PB Pertina. Pengprov Riau, tempat bernaungnya Warni Halawa, kurang merespons permintaan PB Pertina untuk mengirimkan Warni ke kejuaraan dunia tersebut. Padahal Warni sudah terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade itu. Mereka, kata dia, tidak memberikan keterangan yang jelas mengapa tidak memberikan respons. “Karena tidak ada jawaban oleh pengprov, maka kami memilih Erni Amalia dari Jawa Barat. Tapi belakangan, Pengprov Riau jadi mengutus Warni,” katanya. Keputusan mendadak ini membuat Warni kurang persiapan. Warni pun hanya mempersiapkan diri selama kurang dari sebulan. Persiapan Magdalena juga kurang maksimal karena fasilitas latihan di Papua kurang memadai. “Ya, Anda tahu sendiri kondisi di Papua seperti apa,” ujarnya. Setelah gagal lolos ke Olimpiade, kini PB Pertina akan fokus mempersiapkan petinju-petinju Indonesia untuk SEA Games 2013. PB Pertina berencana membuat pemusatan latihan ( training camp ). “Rencananya, mulai Juni ini, terdapat 22 petinju putra dan putri yang akan mengikuti TC ini,” katanya. Setelah PON Riau pada September mendatang, kemungkinan jumlah petinju yang ikut training camp akan bertambah. “Petinju yang bagus saat PON nanti bisa ditarik,” katanya. Namun rencana pemusatan latihan ini terancam gagal bila anggaran persiapan pelatnas SEA Games dari Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak cair. Hingga saat ini, dana persiapan Olimpiade 2012, Asian Beach Games 2012, dan SEA Games 2013 belum cair karena ada kendala di birokrasi. ANANDA W. TERESIA

Sumber: Tempo.co