Lulung: Ahok Dua Kali Pencitraan

Rimanews – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP Abraham Lunggana (haji Lulung) menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok dinilai terlalu banyak melakukan pencitraan selama menjabat. Pencitraan pertama sangat terlihat adalah ketika Mantan Bupati Belitung timur tersebut keluar dari Partai yaang telah mengusungnya menjadi Wakil Gubernur beberapa saat lalu karena dinilai tidak sejalan dengan visi misi Partai Gerindra Baca Juga DPRD Berharap Serapan Anggaran DKI 2017 Capai 90 Persen Keputusan Plt Gubernur DKI Rombak Anggaran Sangat Waras Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” “Ada pejabat publik membuat pencitraan dalam dalam ranah hukum. Katakanlah gubernur Jakarta (Ahok). Pertama dia keluar dari politik. Waktu bahas Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD,” kata Lulung di Jakarta, Sabtu (7/3). Pencitraan oleh Ahok selanjutnya adalah ketika Ahok mengajukan Draf APBD DKI Jakarta kepada Kemendagri tanpa melalui mekanisme dan sepengetahuan Jajaran DPRD. “Dia menabrak UU dan proses. Tiba-tiba APBD dia naikin,” jelas Lulung. Langkah Ahok ini juga disesali oleh engamat ekonomi Ihsanudin Noorsys. Menurutnya, seharushya Ahok mampu berkomunikasi dengan DPRD terkait dengan APBD yang tiba-tiba diserahkan ke Kemendagri agar DPRD tidak merasa dilangkahi. “Jangan teruskan dulu ke Kemendagri, tapi seharusnya kembalikan dulu ke DPRD,” kata Noorsy. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : H. lulung , DPRD DKI , APBD DKI , politik , Nasional

Sumber: RimaNews